Monday , 20 May 2013
Info Terbaru
You are here: Home » Kehamilan » Hamil di usia tua berpengaruh terhadap anak, Benarkah??
peluang usaha

Hamil di usia tua berpengaruh terhadap anak, Benarkah??

Kehamilan memang menjadi sebuah anugerah tersendiri bagi sebuah keluarga. Banyak sekali keluarga yang sangat mengharapkan akan datangnya buah hati mereka, tentunya melalui proses kehamilan sang istri. Padahal, kata segelintir orang hamil itu melelahkan ya. Banyak aturan, dan tidak sebebas sebelum kehamilan.

Apalagi saat kehamilan pertama, yang kemungkinan umur pernikahan baru 1 atau 2 tahun, pasti akan merasakan sekali perbedaan masa kehamilan dan sebelumnya. Tapi toh tetap saja, kehamilan tetap dinanti para pasangan yang mendambakan hadirnya buah hati.

Hamil di Usia Tua

Nah, ngomong-ngomong soal kehamilan, faktor hamil usia tua menjadi salah satu faktor terhadap perkembangan anak nantinya. Bagaimana ini bisa terjadi? Yuk ikuti urainnya !

Sebuah penelitian yang telah terpublish di Journal Annals of Epidemiology menyatakan, jika saat pembuahan terjadi usia ayah dan ibu berada diatas 35 tahun, sang anak akan lebih cenderung memiliki risiko autisme.

Dikutip dari ghiboo.com, penelitian ini menganalisis 1,3 juta anak yang lahir di Denmark antara tahun 1980-2003. Dari penelitian tersebut terungkap data sekitar 9.556 anak didiagnosis menderita gangguan pada spectrum autis oleh psikiater setelah dirujuk untuk melakukan pengobatan. Termasuk sindrom Asperger dan gangguan lainnya.

Melanjutkan keterangan diatas, “Bila mutasi terjadi di keduanya, maka pasangan berisiko tinggi memiliki anak autisme dibandingkan pasangan yang hanya memiliki satu mutasi tertentu,” ungkap Prof. Thorlund, yang dikutip melalui Dailymail, Senin (6/2).

Akan tetapi kita tidak perlu terlalu khawatir, karena ini hanya salah satu data penelitian yang masih memerlukan penelitian lebih lanjut, kata Hattersley Caroline dari The National Autistic Society, ini hanyalah sedikit dari rantai biologis yang bisa menimbulkan autisme.

Nah, kalau menurut saya pribadi tanpa menilik masalah kemungkinan autisme, adalah masa dimana kita bisa mendampingi anak nantinya. Logikanya begini, kalau kita mengalami kehamilan di usia 40, maka anak kita akan mampu mandiri saat kita berusia sekitar 60-65 tahun. Tetapi, beda lagi kalau kita membicarakan soal takdir dan rejeki ya.. Sekali lagi ini hanyalah pendapat pribadi.

Meskipun begitu, tetap lebih berbahaya yang belum usianya hamil tapi sudah hamil duluan lho ya!! Karena kehamilan bukan hanya dari segi usia, tetapi mental, persiapan, keluarga, dan faktor-faktor lainnya. Yang belum waktunya, Jangan Coba-Coba !!

Salam Jabat Erat Selalu !!

About Siti Nur Wahyuni

>>>> Saya adalah seorang pengabdi masyarakat di bidang kesehatan, di Puskesmas Candimulyo dan di daerah Purworejo saya mengabdi, mengerti teknologi adalah keharusan bagi saya di sini saya mencoba share apa saya dapat di bangku sekolah dan semoga bermanfaat bagi teman teman sesama bidan khususnya, dan teman teman dunia maya pada umumnya >>>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Cara Cepat Hamil