Bagi temen-temen bidan pemberian infus bukanlah hal yang asing lagi, dalam menghadapi persalinan tentunya pernah menemui berbagai kasus yang memerlukan ketrampilan dalam pemberian infus…
Saya review sedikit yach..
Apa sih Infus Intravena ( infus IV ) ???…………..tindakan untuk memasukkan cairan steril ke dalam sirkulasi darah. Tempat pemasangannya bisa melalui vena di punggung telapak tangan, pergelangan tangan atau di lengan bawah.
Nach indikasi pemasangan infus yaitu :
- Penggantian cairan atau pemberian obat keadaan gawat darurat
- Transfusi lengkap atau produk darah
- Untuk obat yang memerlukan pengawasan ketat,misal induksi pada persalinan
- Persiapan persalinan yang berpotensi komplikasi atau operasi, misalnya persalinan kembar atau sungsang atau trial of scar ( percobaan persalinan pervaginam pada ibu yang pernah melahirkan secara Caesar )
Prosedur pemasangan infus merupakan prosedur invasif, jadi memerlukan teknik Asepsis untuk mengurangi resiko infeksi. Kulit harus dibersihkan dengan larutan alkohol ( Mallet & Bailey,1996; Jackson, 1997 ), untuk memastikan bahwa kulit bersih sedikitnya selama 30 detik.
Bagi temen – temen semua alangkah baiknya bila melakukan infus dengan memakai kanula atau abocath no 18 atau 20,karena lubangnya lebih besar,sehingga infus bisa lebih lancar, dan bila memerlukan tindakan transfusi tidak perlu mengganti lagi.
Tips and trik :
- Pemilihan vena : diidentifikasi dengan tidak adanya denyutan
- Agar vena terlihat jelas : pasang torniquet,atau tensi bila tidak ada minta tolong keluarga untuk menekan atau stuwing pada bagian atas daerah yang akan dipasang
- Tekan vena di bawah tempat tusukan, agar vena tidak bergeser atau tetap pada tempatnya
- Tusuk vena bila telah benar – benar terlihat atau teraba jelas
- Yakin dan percaya diri alias jangan ragu – ragu
Demikian temen – temen sedikit review untuk penyegaran kita semua…
saya ingin tahu apa akibatnya jika cairan infus terlambat diganti sehingga angin yang masuk ke dalam pembuluh darah.Jika terjadi sesuatu apakah rumah sakit bertanggung jawab?thanks
great info mbak….
btw…saya lagi googling…mo cari2 nama2 medis vena yang mau diinsersi utk infus…. eh kesasar ke blog ini…
tapi tdk menyesal ko….
salam kenal…
im a midwife too….
harus benar2 dicegah virus ini
Wahhh pasti fast reading nich…
alow… ada award dari gue yah.. silahkan diterima
http://annunaki.wordpress.com/2010/04/29/you-are-nice-blogger/
thx mas red
Terima kasih bu bidan ternyata kalau mau infus nggak sembarang langsung tusuk aja rupanya
iyalahhh, kalau langsung tusuk bisa berabe mas
wah ogut jadi tau apa itu infus
terima kasih bu bidan
sama-sama bang haris
Baca juga budaya daerah km pd menu Gallery di blogku, key?
Berkunjung n salam
terima kasih telah berkunjung
Kira2 sampai kapan infus tersebut berlangsung.
maksudnya mas….kalau yang dimaksud prosesnya, proses untuk infus itu hanya sebentar kok
Selain infus intravena, apakah ada jenis infus lainnya lagi bu?
Maklum, saya awam soal beginian….
ada mas misalnya infus intraumbilikal untuk bayi yang baru lahir..
good job bu bidan!! oh ya tukeran link aq dah di add belum!!
sudah saya add mas… silahkan di check di tukeran link
Cara ini bisa disebut juga intra vena fluid drips (ivfd), sebagai langkah bantuan hidup dasar (life support) bagi pasien darurat, kehilangan cairan, syok dll. Usul dikit bu bidan, bagus juga kalau bisa ditampilkan contoh foto/gambarnya. Terimakasih ya..
rencana saya mau saya kasih gambar pak, tetapi waktu itu tidak ada yang bawa kamera, sedang pake HP kurang bagus hasilnya…terima kasih atas sarannya
Semoga info ini bisa diterapkan dengan baik oleh semua petugas kesehatan khususnya dalam kasus kedaruratan. Terimakasih telah berbagi bersama.
salam bu bidan
wah tadi pas pertama baca tak kirain HIV ternyata cuma IV gak ada H
maaf kemarin blognya suspended sekarang dah on lagi kok
ditunggu kunjungannya…
salam orang candimulyo….
wah petromaxxx to jebule?
siap mas nanti saya berkunjung…hehe
iya mas ardian dapat pertamax…