Saat jalan2 di Kampoeng Laweyan pada acara Solo ( Sharing Online Lan Offline) kemarin peserta mendapat kesempatan untuk mengunjungi sebuah rumah kuno di kampoeng batik laweyan. Memasuki rumah tersebut terasa nyaman dan sejuk..teras dijadikan ruang tamu, dengan 1 set meja kursi dari rotan…lantai dari semen yang sudah mulai retak-retak, dinding rumah sudah permanen dari batubata dengan cat yang mulai memudar.
Masuk ke ruang tengah..di tengah-tengah ruangan terdapat sebuah meja berbentuk bundar yang terbuat dari kayu. Oleh sang pemilik rumah tiba-tiba meja tersebut diangkat. Kemudian beliau mengangkat kayu berbentuk segiempat yang menempel menjadi satu dengan lantai…rupanya kayu tersebut merupakan penutup sebuah ruangan bawah tanah..yang disebut Bunker. Nuansa magis tiba-tiba terasa..bulu kuduk rasanya merinding, hanya kegelapan yang tampak dari luar. Kebetulan di antara peserta ada yang membawa hape yang ada senternya, saat diarahkan ke lubang bunker tampak suatu tangga dari batubata yang langsung menempel di dinding lubang bunker…para peserta penasaran utk masuk dan melihat bunker tersebut. Mereka masuk secara bergantian, karena jalan masuk berikut ruangan bunker tersebut sangat sempit. begitu mereka keluar terlihat keringat bercucuran dan membuat saya jadi penasaran pengen ikutan.
Kebetulan Bala Tidar yaitu Mas Kukuh,M Arif,M Yudha n M Dobelden sedang bersiap-siap untuk turun ke bunker, tak membuang kesempatan saya ikut bersiap-siap juga. Bismillah ya Allah beri saya keberanian, saat masuk dan menapaki anak tangga pertama, rasa sesak menyeruak ke dada, hawa lembab dan pengap begitu terasa. Tak berlama-lama anak tangga kedua dan seterusnya saya tapaki, keringat mulai mengucur deras, antara pengap dan deg-degan melanda, akhirnya sampai juga di dasar bunker yang hanya cukup untuk berdiri 1 orang saja,di depan mata nampak pintu sebuah ruangan yg sangat rendah, dengan merunduk saya memasukinya…..
Sebuah ruangan yg sempit dg dinding permanen dari batubata dan langit-langit yang rendah sehingga kami harus tetap merunduk di dalamnya, tanpa ventilasi sehingga napas terasa sesak dan keringat mengucur deras. Bala Tidar tak ingin kehilangan momen berharga ini, kamipun menyempatkan diri berfoto ria, walaupun muka dan ekspresi terlihat aneh antara takut tapi penasaran dan menahan sesaknya napas.
Tapi kami puas, rasa penasaran sudah hilang, dan mendapat kesempatan emas masuk bunker di Kampoeng Laweyan yang dahulunya merupakan tempat penyimpanan emas berlian harta si empunya rumah dan merupakan tempat untuk saling berkomunikasi antar tetangga. Itulah bagian dari pengalaman Sharing Online Lan Offline
Possibly related posts: (automatically generated)
- Related posts on Sharing Offline
- Plat-M Terheboh di Solo | Plat-M | Komunitas Blogger Bangkalan
- Kraton Solo
- Related posts on Sharing Online
- Solo ” Sharing Online Lan Offline 2010 “ « Tony’s Blog
Related to Misteri Bunker Kampoeng Laweyan
« Sharing Online Lan Offline Kampoeng Batik Laweyan

hey all, Keep up the good work. very informative, and love all the information provided. I love everything i have read so far
salam kenal bu bidan,,,,,,,,
ada oleh2 yg dr solo
Tukeran Link ya
Blogwalking sore2…Tukeran link sob, cek n link balik ya thanks !
Apakah yang punya bunker itu masih memanfaatkannya untuk menyimpan barang berharga itu, ya Bu Bidan…
kalau sekarang sudah tidak lagi sebagai tempat untuk menyimpan perhiasan dan komunikasi lagi pak, sekarang sudah lebih sebagai obyek wisata dan untuk shooting beberapa film ( ** cerita dari yang punya sich pak )
Wah.. serunya juga obyek wisatanya. Kayaknya seperti tempat perlindungan khusus jaman penjajahan dulu, ya Bu Bidan…
yaps benar sekali pak, tempat itu katanya dulu sebagai tempat perhiasa dan sebagai sarana komunikasi antar tetangga
sepertinya ada penampakan tuh di bungker
seperti asap putih …
benar nggak yaa ?
bukan penampakan mas…itu senter kuk…
makasih sudah singgah
Allo mba yuni… saya bingung ngajarinnya… Kalo mo pilih template yg asyik bisa ke Free Blog Template saya biasa pake templatenya buat blog saya… dan kebayanyak sudah read more function. tetapi sekarang saya pake readmore otomatis.. nah itu pake kode-kode html gitu. Kalo mo cari artikel yang pas saya biasa pake yang dari O-Om.Com Insya Allah lengkap deh tutorialnya.
Saya juga sempet pake WP dan hosting sendiri,,, cuman agak lambat loadingnya.. akhirnya pindah BP. BP juga bisa koq pake domain sendiri. Contohnya Free Backlink Ads yang saya pake adalah BP.
Salam…
terima kasih atas infonya mas…
saya masih pensaran dengan bunkernya..
kemarin saya ikut susur sungai bengawan..
lain kali saya akan mengunjungi bunker itu..
saya pinginnya naik perahu mas, cuma karena peserta terbatas ya udah rame2 ajahh ke kampoeng batik..
It’s great place… Wonderfulll…
Akhirnya bisa diakses kembali nieh… kirain… hehehe…ooo bunker itu atap-atapnya rendah ya.. baru tahu nieh…
sayange aku ora melu yang ke kampung batik…
bu, itu bunker ada di galeri batiknya sapa ya??
nek pas ke solo akan saya kunjungi ahhh
bukan di galeri batik mas, itu ada dirumah penduduk, duchhh saya lupa nama bapaknya yang punya rumah itu…
wah aku ada…
ya harus ada tho mas…
asiknya jalan2….
ngomong2 itu di jawa yah bu bidan??
iya mas aming, itu dijawa tengah tepatnya di solo.
benar2 pengalaman yang seru dan berkesan bersama rombongan bala Tidar.
kmrin saya kira bunkernya seperti rumah bawah tanah beneran …
saking semangatnya masuk ….
xixix di dalam bener2 gelap …
baru 3 langkah berjalan kok jalan buntu
masuk cari pintu rahasianya lupa passwordnya ya udah naik lagi
untuk membuka passwordnya b1d4nd3s4
jadi kelingan paswodnya wisma seni
pasword yang alay itu ya kang. (lmao)