Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau yang dikenal dengan Alat Kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) merupakan jenis Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) yang dipasang didalam rahim wanita. Intra Uterine Device (IUD) adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik yang fleksibel yang dipasang di dalam rahim wanita. Alat kontrasepsi yang paling ideal untuk ibu pasca persalinan dan menyusui adalah tidak menekan produksi ASI, yaitu Intra Uterine Device (IUD) atau Alat Kontarsepsi Dalam rahim (AKDR), suntikan KB yang 3 bulan, Minipil dan Kondom (BkkbN, 2014).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Tujuan dari setiap ibu diwajibkan menikuti KB setelah persalinan yaitu, agar ibu tidak cepat hamil lagi (minimal 3-5 tahun) dan agar mempunyai waktu untuk merawat kesehatan bagi diri sendiri, anak dan keluarga. Alat kontrasepsi yang dapat digunakan pada pasca persalinan dan yang sangat berpotensi untuk mencegah mis opportunity berkeluarga berencana atau KB adalah Alat Kontrasepsi Dalam rahim (AKDR) atau IUD pasca plasenta.

IUD pasca plasenta yaitu pemasangan dalam 10 menit pertama sampai 48 jam setelah plasenta lahir, atau sebelum penjahitan uterus atau rahim pada pasca persalinan dan pasca keguguran di fasilitas kesehatan. Mulai dari ANC sampai dengan persalinan akan terus diberikan penyuluhan berupa pemilihan metode kontrasepsi. Sehingga bagi setiap ibu yang setelah bersalin atau mengalami keguguran, ketika akan pulang ke rumahnya sudah menggunakan salah satu alat kontrasepsi yang aman (BkkbN, 2014).

Jenis Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

  1. AKDR Progestin.
  2. AKDR Prigestase yang mengandung progesterone.
  3. AKDR Mirena yang mengandung levonorgestrel.
  4. AKDR Skyla yang mengandung levonorgestrel.

 

Wanita yang Menggunakan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Penanaman Intra Uterine Devive (IUD) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) ini dapat dilakukan untuk semua ibu atau wanita dewasa yang ingin menunda kehamilan. Alat kontrasepsi dalam rahim ini adalah pilihan yang tepat selama pasien tidak sedang hamil atau sedang menderita infeksi pada bagian panggul.

Hasil yang diharapkan dari penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim ini adalah sebuah tindakan kontrasepsi yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama, namun masih bisa diangkat kembali. Alat kontrasepsi dalam rahim ini dapat bertahan selama lima sampai sepuluh tahun, tergantung dari kualitas Alat Kontrasepsi IUD yang digunakan.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim Paling Aman

Alat kontrasepsi dalam rahim paling aman yaitu AKDR yang berbahan tembaga (non hormonal) dan IUD hormonal. Karena IUD berbahan tembaga memiliki tingkat efektivitas lebih dari 99% yang bekerja dengan cara memperlambat laju pergerakan 5perma, merusak sel 5perma dan meningkatkan mukus serviks yang ada di dalam rahim.

Baca : Alat Kontrasepsi IUD dan Efek Sampingnya.

Kesimpulan

Sangat penting untuk di ingat, bahwa meskipun alat kontrasepsi IUD dapat mencegah kehamilan, namun alat kontrasepsi IUD ini tidak dapat melindungi pemakainya dari infeksi penyakit menular 5eksual (PMS), seperti jenis alat kontrasepsi lainnya, yaitu kondom.

Alat Kontrasepsi IUD ini bisa bekerja langsung efektif segera setelah pemasangan, Namun alat kontrasepsi IUD ini dapat keluar dari uterus secara spontan, khususnya selama beberapa bulan pertama.

Selain itu, ada kemungkinan terjadi perdarahan atau spotting beberapa hari setelah pemasangan, dan perdarahan menstruasi biasanya akan lebih lama dan lebih banyak.

Untuk kabar baiknya, alat kontrasepsi IUD ini bisa di lepas setiap saat, atau kapan saja sesuai atas kehendak kliennya atau pemakainya. Untuk informasi tentang Alat Kontrasepsi IUD ini, Anda bisa membacanya di artikel ini: Alat Kontrasepsi IUD pdf.

Share Artikel ini Agar Bermanfaat untuk Orang Lain
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Comment