Alat Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal

alat kontrasepsi hormonal dan non hormonal,

Kontrasepsi Non Hormonal dan Hormonal : Kontrasepsi berasal dari kata “kontra” yang berarti Melawan atau Mencegah, sedangkan kontrasepsi adalah pertemuan antara sel telur wanita yang matang dengan sel 5perma pria yang mengakibatkan kehamilan. Alat kontrasepsi ini dibagi menjadi dua, yaitu Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal.

Fungsi dari alat kontrasepsi adalah metode untuk menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan, sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dan sel 5perma tersebut.

(KB) Kelurga Berencana adalah metode tindakan pencegahan yang membantu individu, atau pasangan suami istri untuk mendapatkan tindakan tertentu. Seperti menghindari kehamilan yang tidak di inginkan, mendapatkan kehamilan yang di inginkan, mengatur interval diantara kehamilan. Serta mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungannya dengan suami dan membantu menentukan jumlah anak dalam keluarga.

Alat Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi hormonal merupakan salah satu jenis metode kontrasepsi yang paling efektif dan reversibel untuk mencegah terjadinya kehamilan. Kontrasepsi hormonal merupakan jenis kontrasepsi dimana hormon progesteron dan estrogen memberikan umpan balik terhadap kelenjar hipofisis melalui hipotalamus, sehingga terjadi hambatan terhadap folikel dan proses ovulasi.

Macam Macam Alat Kontrasepsi Hormonal

Alat kontrasepsi hormonal ini ada beberapa jenis metode kontrasepsinya, beberapa diantaranya yaitu:

1. Kontrasepsi Pil

Pil oral akan menggantikan produksi normal estrogen dan progesteron oleh ovarium. Pil oral akan menekan hormon ovarium selama siklus haid yang normal, sehingga juga menekan releasingfactors di otak yang akhirnya mencegah terjadinya ovulasi.

Jenis KB Pil ini ada 3 jenis, diantaranya yaitu:

  1. Monofasik : Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen atau progestin, dalam dosisi yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormon aktif, jumlah dan porsi hormonnya konstan setiap hari.
  2. Bifasik : Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen dan progestin, dengan dua dosis berbeda, 7 tablet tanpa hormon aktif, dan dosis hormon bervariasi.
  3. Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif estrogen atau progestin, dengan tiga dosis yang berbeda 7 tablet tanpa hormon aktif, dosis hormon bervariasi setiap hari.

2. Kontrasepsi Suntik

Alat kontrasepsi suntik ini mempunyai tingkat efektivitas yang sangat tinggi, dengan 30% kehamilan per/ 100 perempuan per tahun, jika penyuntikannya dilakukan secara teratur dan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

DMPA maupun NET EN sangat efektif sebagai metode kontrasepsi. Kurang dari 1 per/ 100 wanita akan mengalami kehamilan dalam 1 tahun pemakaian DMPA, dan 2 per/ 100 wanita per/ tahun pemakain NET EN.

Alat kontrasepsi suntik ini terdapat dua jenis kontrasepsi suntikan yang hanya mengandung progestin, yaitu :

  1. Depo Mendroksi Progesteron (DMPA), mengandung 150 mg DMPA yang diberikan setiap tiga bulan, dengan cara disuntik intramuscular didaerah pantat.
  2. Depo Noretisteron Enantat (Depo Noristerat), mengandung 200 mg Noretindron Enantat, diberikan setiap dua bulan, dengan cara disuntik intramuscular didaerah pantat atau bokong.

3. Kontrasepsi Implan

Kontrasepsi implan atau KB Implan atau yang dikenal dengan KB Susuk adalah sebuah tabung plastik fleksibel berukuran kecil seukuran batang korek api, yang didalamnya terdapat hormon untuk mencegah kehamilan. Pemasangan KB implan yang berisi hormon ini akan dimasukan kedalam kulit pada bagian lengan atas.

Jenis kontrasepsi implant ini ada 3, yaitu:

  1. Norplant : Terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga, dengan panjang 3,4 cm, dengan diameter 2,4 mm, yang di isi dengan 3,6 mg levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
  2. Implanon : Terdiri dari satu batang berwarna putih dan lentur, dengan panjang kira-kira 40 mm, dan diameter 2 mm, yang di isi dengan 68 mg 3-Keto-desogestrel dan lama kerjanya 3 tahun.
  3. Jadena dan indoplant : Terdiri dari 2 batang yang di isi dengan 75 mg Levonorgestrel, dengan lama kerja 3 tahun.

Alat Kontrasepsi Non Hormonal

Alat kontrasepsi non hormonal adalah suatu cara atau metode yang bertujuan untuk mencegah pembuahan, sehingga tidak terjadi kehamilan. KB non hormonal ini tidak mengandung hormon estrogen dan progesteron. KB non hormonal merupakan metode KB sederhana yang digunakan tanpa bantuan orang lain.

Jenis dari alat kontrasepsi sederhana ini yaitu kondom. Metode kontrasepsi ini akan lebih efektif jika penggunaannya diperhitungkan dengan Masa Subur Wanita.

Macam Macam Kontrasepsi Non Hormonal

Alat kontrasepsi non hormonal ini ada beberapa jenis dan metodenya, beberapa diantaranya yaitu:

1. Kontrasepsi Tanpa Menggunakan Alat (alamiah)

Kontrasepsi Alamiah adalah suatu upaya mencegah atau mengahalangi pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan 5perma dengan menggunakan metode-metode yang tidak membutuhkan alat, ataupun bahan kimia yang menjadi ciri khas metode perintang, dan juga tidak memerlukan obat-obatan.

Adapun jenis-jenis dari kontrasepsi alamiah ini adalah sebagai berikut:

a. Metode Amenorea Laktasi (MAL)
Metode amenorea laktasi adalah metode kontrasepsi yang mengendalkan pemberian air susu. Tujuan kontrasepsi MAL ini mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) ekslusif untuk menekan ovulasi.

b. Senggama Terputus (Koitus Interuptus)
Senggama terputus adalah metode penarikan penis dari vagina sebelum terjadinya ejakuIasi. Hal ini berdasarkan kenyataan bahwa pria menyadari sebelumnya akan ada terjadi ejakuIasi, dan dalam waktu kira-kira 3 detik sebelum ejakuIasi terjadi digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina wanita.

c. Suhu Basal
Metode kontrasepsi suhu basal adalah metode pengukuran suhu tubuh yang di ukur pada waktu pagi hari, segera setelah bangun tidur, dan sebelum melakukan aktivitas apapun. Tujuan pencatatan suhu basal ini untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur atau ovulasi wanita.

d. Metode Lendir Serviks
Metode lendir serviks adalah metode kontrasepsi dengan cara mengamati kualitas dan kuantitas lendir serviks setiap hari. Periode masa subur wanita ini ditandai dengan adanya lendir yang jernih, encer dan licin.

e. Sistem Kalender
Metode sistem kalender atau pantang berkala adalah cara atau metode kontrasepsi sederhana yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama atau hubungan seksuaI pada masa subur atau ovulasi.

Prinsip metode pantang berkala ini yaitu dengan tidak melakukan senggama pada masa subur, waktunya yaitu antara pertengahan siklus haid atau yang ditandai dengan keluarnya lendir encer dari liang vagina.

2. Kontrasepsi Menggunakan Alat

Kontrasepsi ini adalah metode kontrasepsi yang digunakan dengan bantuan alat, baik pada pria maupun pasangan wanitanya. Karena metode kontrasepsi menggunakan alat ini bisa dilakukan oleh pria maupun wanita.

a. Kondom
Alat kontrasepsi jenis kondom ini alat kontrasepsi yang dapat digunakan oleh pria maupun wanita. Tentunya dengan bentuk dan bahan yang berbeda antara kondom pria dan wanita.

  • Kondom Pria : Kondom untuk pria umumnya berbahan karet atau lateks, poliuretan (plastik) atau bahan sejenis yang kuat, tipis dan elastis. Alat kontrasepsi tersebut dapat ditarik hingga menutupi penis yang sedang ereksi untuk menangkap 5perma selama ejakuIasi. Fungsi Kondom Pria ini untuk mencegah 5perma masuk kedalam rahim.
  • Kondom  Wanita : Kondom untuk wanita terbuat dari lapisan polyiretane tipis dengan cincin dalam yang fleksibel, dan dapat digerakkan pada ujung yang tertutup, yang dimasukkan kedalam vagina. Sedangkan untuk cincin kaku yang lebih besar pada ujung terbuka dibagian depan yang tetap berada diluar vagina dan melindungi introitus. Fungsi Kondom Wanita ini untuk mencegah air mani masuk kedalam rahim.

b. Diafragma
Kontrasepsi Diafragma merupakan alat kontrasepsi penghalang mekanis antara 5perma dan sel telur. Alat Kontrasepsi Diafragma ini berbentuk kubah, terbuat dari bahan jenis karet lateks yang lebih tebal dari pada kondom pria, dan memiliki pegas logam fleksibel pada bingkai diagfragma. Pegas tersebut memungkinkan penekanan ketika diagfragma dimasukan. Sehingga diafragma dapat kembali kebentuk seperti semula dan mengikuti bentuk dalam jaringan vagina ketika ditempatkan didalam vagina.

c. Cervical Cap
Cervical cup atau penutup serviks ini terbuat dari bahan karet lateks, dan berbentuk bundar kerucut, dengan cincin tebal yang sesuai dengan bentuk serviks. Sehingga dapat melekat erat pada serviks, tetapi tidak menekan kedalam forniks serviko vaginal.

d. Pelindung Lea
Pelindung Lea merupakan alat kontrasepsi yang menggunakan karet silikon dengan diameter 55 mm, dan hanya memiliki satu ukuran. Apabila wanita ingin menggunakannya, tidak diperlukan pengepasan. Apabila kontrasepsi ini digunakan bersamaan dengan jenis spermisida, maka angka keberhasilannya akan jauh efektif melebihi metode kontrapsesi lain.

e. FemCap
Alat kontrasepsi FemCap ini sejenis dengan cervical cap, yang terbuat dari karet silikon non-alergi. Alat ini dapat masuk kedalam serviks, dan memiliki tepi yang luas (seperti topi pelaut) yang akan menciptakan alur diantara kubah dan topi tersebut. Meski topi penutup melekatkan FemCap jauh lebih kecil, akan tetapi kesulitan untuk melepasnya jauh lebih besar, meskipun alat ini memiliki tali pengikat untuk melepasnya.

f. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) atau IUD
Alat Kontrasepsi IUD atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim adalah alat kecil yang terbuat dari bahan plastik yang lentur, yang dimasukkan kedalam rongga rahim, yang harus diganti jika sudah digunakan selama periode waktu tertentu. Alat Kontrasepsi IUD merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim, yang bentuknya bermacam-macam dan terbuat dari plastik, atau plastik yang di lilit tembaga.

Kesimpulan :

Dari bermacam macam metode kontrasepsi hormonal dan non hormonal diatas tersebut mempunyai tujuan yang sama, yaitu metode kontraspsi dengan usaha usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih alat kontrasepsi. Metode kontrasepsi yang baik adalah kontrasepsi yang memiliki syarat-syarat sebagai berikut: Aman atau tidak berbahaya, Dapat diandalkan, Murah, Sederhana, Dapat diterima oleh orang banyak, Pemakaian jangka lama (continution rate tinggi).

Sedangkan untuk faktor-faktor dalam memilih metode kontrasepsi  ada 2, yaitu:
1. Faktor Pasangan : Meliputi Umur, Gaya hidup, Frekuensi senggama, Jumlah keluarga yang di inginkan, Pengalaman dengan kontraseptivum yang lalu, Sikap kewanitaan dan Sikap kepriaan.

2. Faktor Kesehatan : Meliputi Status kesehatan, Riwayat haid, Riwayat keluarga, Pemeriksaan fisik dan Pemeriksaan panggul.

Share Artikel ini Agar Bermanfaat untuk Orang Lain
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like