9 Jenis Alat Kontrasepsi Wanita dan Kekurangannya

alat kontrasepsi wanita, kb wanita,

Alat Kontrasepsi Wanita : Ada banyak sekali alat kontrasepsi wanita yang bisa menjadi pilihan sesuai dengan kebutuhan yang mudah didapatkan. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan, sebelum Anda memilih jenis alat kontrasepsi wanita yang paling tepat untuk Anda. Meski ada beberapa jenis alat kontrasepsi yang mungkin sesuai untuk beberapa wanita saja. Namun belum tentu cocok untuk sebagian wanita yang lain.

Faktor usia dan riwayat kesehatan bisa dijadikan pertimbangan utama untuk memilih alat kontrasepsi sebagai persiapan menunda kehamilan. Meski ada beberapa kondisi tertentu yang membuat sebagian wanita harus menunda kehamilan. Tentunya dengan memakai jenis alat kontrasepsi tertentu yang sesuai dengan anjuran Dokter.

Sehingga Anda harus berkonsultasikan dahulu dengan Bidan Desa atau Dokter ahli kandungan Anda untuk merujuk riwayat kesehatan Anda. Karena untuk kasus seperti ini ada jenis alat kontrasepsi yang harus dihindari untuk beberapa wanita dengan riwayat penyakit khusus.

Sebelum Anda memutuskan untuk menunda kehamilan, tentunya banyak hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum Anda memilih alat kontrasepsi wanita yang pas untuk Anda. Meski ada beberapa metode kontrasepsi yang sudah dikembangkan oleh dunia medis dengan penemuan beberapa alat pencegah kehamilan yang berbentu alat kontrasepsi atau KB.

Namun sebelum Anda memilih alat kontrasepsi yang paling tepat dan aman untuk Anda, ada baiknya Anda ketahui dahulu beberapa alat kontrasepsi dibawah ini dengan kelebihan dan kekurangannya masing masing. Berikut ini beberapa jenis alat kontrasepsi yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan kesehatan Anda.

Pil KB Mini

Dinamakan Pil KB Mini, karena Pil KB ini hanya berisi progestogen. Pil KB ini harus dikonsumsi setiap hari tanpa jeda dalam satu periode bulanan. Selain itu, Pil KB wanita jenis ini bisa digunakan oleh ibu menyusui, karena tidak mempengaruhi jumlah ASI.

Namun Pil KB wanita ini harus dikonsumsi secara teratur dan rutin. Untuk waktu jeda penundaan konsumsi pil ini tidak lebih dari 3 jam, meskipun ada juga jenis pil KB lain yang diperbolehkan jeda konsumsinya sampai 12 jam saja.

– Kekurangan Pil KB Mini

Meski ada beberapa wanita dapat terjadi siklus haid yang tidak teratur setelah minum Pil KB Mini ini, namun ada juga pada beberapa wanita lain yang bahkan tidak mengalami haid. Selain itu ditemukan juga beberapa keluhan lain, seperti kembung, nyeri payudara, kulit berminyak, timbulnya jerawat, bahkan sakit kepala.

Baca : Alat Kontrasepsi Pria

KB Pil

Alat kontrasepsi jenis Pil KB ini memiliki beberapa keunggulan, diantaranya yaitu dapat membantu mencegah kehamilan diluar rahim, menurunkan risiko kanker rahim, kista dan kanker payudara. Namun yang paling utama dari kontrasepsi Pil KB wanita ini yaitu dapat menjaga siklus haid menjadi lebih teratur.

Meski dalam perkembangan medis sudah mendapatkan banyak temuan baru terhadap pil KB wanita ini yang dapat menjaga kencantikan kulit wanita. Bahkan ada juga pil KB yang dapat melawan retensi air pengaruh dari hormon esterogen, sehingga mampu mencegah kenaikan berat badan wanita.

Meski banyak juga kepercayaan yang berkembang dimasyarakat, bahwa Pil KB wanita ini bisa membuat badan wanita menjadi gemuk, namun sebetulnya mitos itu tidak sepenuhnya benar. Karena penggunaan pil KB yang berdosis rendah biasanya akan tetap bisa mempertahankan berat badan wanita.

Namun memang ada juga pada beberapa wanita jika hormon pada Pil KB wanita ini bisa mempengaruhi berat badan mereka, namun ada yang turun dan ada juga yang naik berat badannya.

– Kekurangan KB Pil

Pil KB wanita ini biasanya harus dikonsumsi untuk siklus 28 hari per/bulan. Namun ada juga jenis pil KB wanita yang dikonsumsi setiap harinya selama 28 hari dengan jenis pil yang berbeda. Misalnya pil kuning yang di konsumsi selama 21 hari, sedangkan pil putih untuk 7 hari (pil putih ini tanpa hormon). Tapi ada juga pil KB wanita yang hanya di konsumsi selama siklus 21 hari, dengan jeda istirahat 7 hari.

Pil Kontrasepsi Darurat

Pil Kontrasepsi Darurat (PKD) ini juga dikenal dengan istilah Pil Kondar. Metode kontrasepsi ini hanya dapat digunakan dalam kondisi darurat saja. Waktu rata-rata terjadinya pembuahan yaitu antara 72 jam, dan pil kontrasepsi darurat ini dapat menghambat ovulasi dalam masa tersebut. Namun untuk tingkat efektifitas dari pil PKD ini akan lebih akurat jika dikonsumsi sesuai aturan.

– Kekurangan Pil Kontrasepsi Darurat

Metode KB ini digunakan hanya pada kondisi tertentu saja, karena tidak dapat dikonsumsi secara reguler. Pil ini terdiri dari 2 jenis pil yang harus dikonsumsi dalam waktu yang berlainan. Pil pertama, diminum paling lambat 72 jam setelah berhubungan, sedangkan untuk pil yang kedua dapat diminum setelah jeda 12 jam dari konsumsi pil pertama.

Baca : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Koyo KB atau KB Tempel

Cara kerja alat kontrasepsi koyo KB wanita ini yaitu melalui pelepasan hormon kedalam aliran darah melalui pori kulit. Metode kontrasepsi yang satu ini caranya dengan menggunakan alat seperti koyo, yang bisa ditempelkan pada bagian tubuh wanita mana saja.

Alat kontrasepsi koyo KB ini bisa digunakan dalam jangka waktu satu mingguan. Sehingga Anda bisa mengganti koyo KB ini setiap seminggu sekali, dan digunakan selama 3 minggu dalam periode bulanan.

– Kekurangan Koyo KB

Kelemahan dari alat kontrasepsi jenis Koyo KB wanita ini, selain kasat mata juga agak ribet. Kebanyakan koyo KB bisa terlepas saat mandi, namun jika terjadi hal yang demikian, maka Anda harus segera menggantinya dengan Koyo KB yang baru. Selain itu, penggunaan alat kontrasepsi jenis Koyo KB ini kadang bisa menimbulkan iritasi kulit, nyeri payudara, masa haid yang tidak teratur, bahkan sakit kepala.

KB Suntik

Metode KB Suntik ini ada 2 pilihan, yaitu KB suntik bulanan dan KB suntik 3 bulan sekali. Metode kontrasepsi KB hormonal ini dikenal paling efektif. Biasanya untuk KB suntik bulanan, Anda akan mendapatkan siklus haid teratur bila dibandingkan dengan metode suntik 3 bulanan. Namun untuk Metode KB Ibu Menyusui ini dianjurkan untuk menggunakan KB suntik 3 bulanan.

– Kekurangan KB Suntik

Sebagian besar wanita yang menggunakan KB Suntik ini banyak yang mengalami keluhan berat badan, kembung, kulit berminyak, timbul jerawat, perubahan suasana hati, pusing, sakit kepala dan beberapa keluhan lainnya. Namun tidak semua wanita yang menggunakan alat kontrasepsi KB Suntik ini mengalami semua gangguan tersebut. Karena hal ini kadang sering terjadi hanya beberapa hari setelah dilakukan suntikan KB.

Baca : Alat Kontrasepsi IUD dan Efek Sampingnya

KB Susuk

kb wanita, kb susuk, kb implan,

Alat kontrasepsi ini dinamakan KB susuk karena, metode yang digunakannya seperti pemasangan susuk. KB Susuk ini berupa tabung plastik lembut yang berisi progestogen yang di sisipkan dibawah kulit bagian lengan atas. Metode kontrasepsi ini akan melepaskan hormon progestogen dalam dosis kecil kedalam tubuh.

Metode KB implan ini dapat efektif untuk jangka waktu 3, sampai 5 tahun. Kontrasepsi ini sangat cocok bagi Anda yang menginginkan jenis alat kontrasepsi jangka panjang. KB wanita ini juga sangat cocok untuk ibu menyusui.

Cara melepaskan KB susuk ini juga cukup mudah, namun Anda tidak bisa melakukannya sendiri. Anda harus datang ke Bidan Desa atau Dokter kandungan Anda untuk mengkonsultasikannya. Dan masa subur Anda akan kembali normal setelah melepas KB susuk ini dari bagian tubuh Anda.

– Kekurangan KB Susuk

Ada beberapa wanita yang setelah menggunakan KB Susuk ini mengalami keluhan kembung, nyeri payudara, sakit kepala, perubahan suasana hati serta dorongan 5eksual. Selain itu, siklus haid yang tidak teratur juga mungkin akan terjadi pada sebagian wanita pada bulan-bulan awal setelah pemasangan KB Susuk. Pengguna KB wanita jenis susuk ini juga sangat tidak dianjurkan untuk mengangkat beban yang berat.

Kontrasepsi IUD

Alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) ini berupa tabung plastik kecil yang lunak dengan kandungan progestogen yang dimasukkan kedalam rongga rahim oleh bidan maupun dokter kandungan. Metode kontrasepsi IUD ini cara kerjanya dengan melakukan pelepasan progetogen dalam dosis kecil secara perlahan-lahan didalam rahim.

Proses ini akan membuat penebalan dinding rahim wanita, sehingga dapat mencegah kehamilan secara efektif. Metode kontrasepsi IUD ini juga dapat menghambat terjadinya ovulasi.

– Kekurangan Kontrasepsi IUD

Pada beberapa wanita, ada indikasi siklus haid menjadi tidak teratur pada bulan-bulan pertama setelah pemasngan alat kontrasepsi IUD. Pada saat proses penanaman kontrasepsi IUD bisa diberikan pertolongan medis untuk menghindari rasa sakit pada saat pemasangan kontrasepsi IUD.

Baca : Macam Macam Alat Kontrasepsi dan Penjelasannya

IUD Spiral

Metode kontrasepsi ini berupa penanaman spiral tipis dari bahan tembaga kedalam rongga rahim wanita oleh bidan atau dokter kandungan. Metode kontrasepsi IUD Spiral ini bisa bertahan selama 5 sampai 10 tahun. Cara kerja kontrasepsi IUD Spiral ini dengan cara menghambat pergerakan sel telur dan melumpuhkan sel 5perma, sehingga tidak sampai terjadi pembuahan didalam rahim.

– Kekurangan Kontrasepsi IUD Spiral

Pada beberapa wanita ditemukan keluhan kram perut dan sakit kepala yang berkepanjangan. Selain itu pada beberapa wanita terindikasi dapat meningkatkan resiko infeksi panggul.

KB Steril

Metode KB Steril ini membutuhkan pembedahan untuk pemotongan dan atau pemblokiran saluran telur, sehingga sel telur tidak akan dapat bertemu dengan sel 5perma. Jenis kontrasepsi ini termasuk jenis metode kontrasepsi permanen. Penggunaan metode kontrasepsi ini tidak akan mempengaruhi dorongan seksuaI.

Dalam proses sterilisasi ini sangat jarang terjadi adanya kegagalan, seperti saluran telur yang membuka kembali, maupun penutupan yang kurang sempurna. Sehingga tingkat efektifitas dari KB wanita jenis ini 99.99% dapat mencegah terjadinya kehamilan.

– Kekurangan Kontrasepsi Steril

Metode KB Steril ini biasanya dilakukan oleh para wanita yang sudah memutuskan untuk tidak ingin hamil lagi. Meskipun ada kemungkinan untuk proses pembalikan, namun prosedurnya cukup rumit sekali dan dengan tingkat kegagalannya sangat tinggi.

Kesimpulan:

Dari sekian banyak KB wanita diatas, tentunya Anda harus cermat ketika akan memilih alat kontrasepsi wanita tersebut sesuai dengan kebutuhan kita. Tentunya setelah Anda berkonsultasi ke Bidan Desa atau Dokter Kandungan Anda dan dengan mengetahui riwayat kesehatan Anda, serta setelah mendapat persetujuan dari pasangan Anda. Memilih alat kontrasepsi wanita ini memang menyangkut keputusan Anda, sehingga Anda harus Bijak dan Cermat untuk memilihnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like