4 Alat Kontrasepsi Yang Membantu Mengatur Hormon Ovulasi

alat kontrasepsi yang membantu mengatur hormon ovulasi,

Jenis alat kontrasepsi yang membantu mengatur hormon ovulasi yaitu, Alat Kontrasepsi Pil KB, Suntik KB, MAL dan KB Implant. Jenis kontrasepsi hormonal ini pada umumnya mengandung kombinasi dari progestin dan estrogen atau hanya progesteron saja.

Alat kontrasepsi jenis ini tersedia dalam berbagai bentuk. Jenis alat kontrasepsi ini bisa pil KB, suntik KB, implan, pat*h dan cincin vagina. Semua jenis kontrasepsi tersebut merupakan termasuk macam macam alat kontrasepsi jenis hormonal.

Jenis Kontrasepsi yang Mampu Membantu Mengatur Hormon Ovulasi

Diantara berbagai macam alat kontrasepsi yang tersedia, ada beberpa diantaranya yang paling efektik dalam mengatur hormon ovulasi agar tidak terjadi kehamilan. Meskipun setiap alat kontrasepsi memiliki tujuan yang sama, yaitu metode atau upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Berikut ini beberapa jenis alat kontrasepsi yang paling efektif membantu mengatur hormon ovulasi, yaitu :

1. Metode Amenorea Laktasi

Metode amenorea laktasi (MAL) adalah metode kontrasepsi yang mengendalikan pemberian air susu. Metode kontrasepsi MAL ini mampu mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI Ekslusif) untuk menekan ovulasi.

Menyusui secara eksklusif merupakan salah satu metode kontrasepsi sementara yang sangat efektif, selama ibu menyusui belum mendapat haid, dan waktunya kurang dari enam bulan setelah persalinan.

Tingkat efektifitas dari metode MAL ini dapat mencapai 98%. MAL akan efektif bila si ibu menyusui lebih dari delapan kali sehari, dan bayi mendapat cukup asupan perlaktasi.

Cara kerja dari Metode Amenorea Laktasi adalah dengan cara menunda atau menekan terjadinya ovulasi. Pada saat laktasi atau menyusui, hormon yang berperan adalah prolaktin dan oksitoksin.

Semakin sering ibu menyusui, maka kadar prolaktin akan terus meningkat, dan hormon gonadotrophin melepaskan hormon penghambat (inhibitor). Hormon penghambat akan mengurangi kadar Esstrogen, sehingga tidak terjadi ovulasi.

Menggunakan Metode Amenore Laktasi juga harus memperhatikan kondisi kesehatan ibu menyusui. Kontrasepsi MAL tidak bisa dijadikan sebagai pilihan kontrasepsi apabila terdapat faktor-faktor sebagai berikut: Kesulitan pada bayi untuk menyusui pada ibu atau mengalami infeksi pada payudara ibu, atau Ibu positif terinfeksi HIV.

Selain itu, keadaan lain seperti pada ibu yang sedang bekerja, atau memiliki aktivitas lain yang menyebabkan ibu tidak dapat menyusui bayi secara langsung selama 10-12 kali dalam sehari.

Meski kontrasepsi MAL ini dianggap aman, namun perlu di ingat, bahwa kontrasepsi MAL tetap memiliki risiko kehamilan tidak terduga bila dibandingkan dengan ibu yang mengkombinasikan MAL dengan metode kontrasepsi pasca persalinan yang lainnya, karena risiko hamil tetap saja tinggi.

Namun yang perlu ibu tahu, bahwa penggunaan alat kontrasepsi tambahan disamping MAL tidak akan mempengaruhi ASI, jadi tetap aman dilakukan secara bersamaan. Selain itu, jika ibu ingin menggunakan MAL, perlu dibutuhkan komitmen yang kuat untuk menjaga metode ini agar tetap efektif untuk mencegah kehamilan.

2. Pil KB

Pil KB ini dapat mencegah kehamilan dengan cara menghambat ovulasi melalui penekanan Hormon LH dan FSH, mempertebal lendir Mukosa Servikal atau leher rahim, dan menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium. Kontrasepsi Pil KB merupakan jenis kontrasepsi oral yang harus diminum setiap hari, yang bekerja mengentalkan lendir serviks sehingga sulit dilalui oleh 5perma.

Pil KB ini ada dua macam, yaitu kontrasepsi kombinasi atau sering disebut pil kombinasi yang mengandung Progesteron dan Estrogen, serta kontrasepsi pil Progestin atau yang sering disebut dengan Minipil yang mengandung hormon Progesteron.

a. Pil KB Kombinasi Progestin dan Estrogen

Kandungan didalam pil KB ini adalah kombinasi antara progestin dan estrogen. Kontrasepsi yang berbentuk Pil KB ini dapat membantu menahan ovarium agar tidak memproduksi sel telur. Alat kontrasepsi ini juga dapat menyebabkan adanya perubahan pada lendir serviks atau leher rahim, serta endometrium agar 5perma tidak bisa bertemu dengan sel telur.

Berbeda tipe pil KB kombinasi, maka kandungan dosis estrogen dan progestin didalamnya pun akan berbeda. Jika Anda ingin menggunakan salah satu dari dua macam alat kontrasepsi Pil KB yang tersedia, ada baiknya jika Anda mencari tahu mengenai kelebihan dan kekurangan dari pil KB kombinasi ini.

Oleh sebab itu sebelum Anda menggunakannya, alangkah baiknya Anda meminta saran dokter terlebih dahulu untuk membantu Anda menentukan jenis pil KB kombinasi yang sesuai untuk kondisi kesehatan Anda.

b. Pil KB Progestin

Jenis pil KB Progestin ini dikenal dengan nama Pil KB Mini. Pil KB ini berbeda dengan pil KB kombinasi, pil KB mini hanya mengandung progestin saja. Alat kontrasepsi oral ini memiliki kandungan hormon progestin yang lebih rendah dari dosis progestin pada pil KB kombinasi.

Pil KB progestin dapat membuat menjadikan lendir serviks menjadi lebih kental, sehingga dapat mencegah 5perma untuk bertemu dengan sel telur. Menggunakan pil KB mini juga dapat menahan atau mencegah proses ovulasi, meski hanya pada saat setelah Anda mengkonsumsinya saja.

Namun, sebelum Anda ingin menggunakan pil KB progestin, Anda bisa memahami terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari jenis Pil KB tersebut terlebih dahulu.

+ Kelebihan KB Pil :

Tidak perlu repot lagi mencari kondom saat akan berhubungan intim. Beberapa merek bahkan mampu mengurangi gelaja Premenstrual Syndrom atau PMS, seperti meminimaliskan kram, mengurangi jerawat, dan meringankan depresi efek PMS. Pil KB kombinasi juga bisa mengurangi risiko Endometriosis, Kanker Rahim dan Kanker Kolon.

Kekurangan KB Pil :

Anda harus disiplin dalam mengonsumsinya setiap hari, dan pada waktu yang sama. Selain itu, beberapa pil KB juga memiliki efek samping, seperti mual, timbulnya jerawat dan perasaan murung. Ada risiko penyumbatan pada saluran darah, meski kemungkinan ini sangat kecil.

Kecuali jika Anda memiliki salah satu faktor pencetus risiko penyumbatan darah, seperti riwayat keluarga yang mengalami penyumbatan darah, Migren dan Kebiasaan Merokok. Bahkan ada beberapa merek pil KB yang tidak boleh digunakan bagi penderita penyakit ginjal, penyakit hati atau penyakit yang berhubungan dengan hormon adrenalin.

3. KB Suntik

KB suntik merupakan salah satu pilihan alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan jika ingin mencegah atau menunda kehamilan. KB suntik diberikan dengan cara melepaskan hormon progestin kedalam aliran darah Anda dengan cara disuntikkan.

Jika digunakan dengan benar, KB suntik ini bisa menjadi salah satu alat kontrasepsi yang 99% efektif untuk membantu Anda mencegah terjadinya proses ovulasi agar tidak hamil, meski Anda berhubungan intim dengan pasangan.

KB Suntik ini biasanya mampu bertahan melindungi Anda dari kehamilan selama delapan hingga 13 minggu waktunya. Biasanya, lama waktunya ini tergantung pada jenis KB suntik yang Anda gunakan.

Kekurangan KB Suntik :

Efek samping dari KB suntik yang selama ini sering terjadi yaitu nyeri payudara, sakit kepala, bertambahnya berat badan, perdarahan yang tidak teratur, serta perubahan suasana hati yang berlangsung dengan cepat dan tidak menentu.

Walaupun semua gejala tersebut tidak pasti muncul pada setiap pengguna KB Suntik, namun cukup banyak wanita yang mengeluhkan efek samping dari KB suntik tersebut. Efek samping ini kemungkinan terjadi hanya akan berlangsung sejak mendapatkan suntikan, sampai efek obat KB habis saja.

4. Kontrasepsi Implant

Kontrasepsi implant adalah alat kontrasepsi silastik yang berisi hormon jenis Progesteron Levonorgestrel yang ditanamkan dibawah kulit bagian lengan atas, yang bekerja untuk mengurangi transportasi 5perma.

Alat kontrasepsi yang berbentuk tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon ini mampu mencegah kehamilan. Dengan pemakaian yang benar dan sekali pasang, KB implan ini sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun.

Cara kerja KB implan ini setelah dimasukkan kebawah kulit akan melepaskan hormon Progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah Ovulasi. Jika seorang wanita tidak berovulasi, maka ia tidak bisa hamil, karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Kekurangan KB Implan :

Efek samping dari KB implan yang paling sering terjadi yaitu perubahan pada siklus menstruasi. Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali. Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit.

Flek atau bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid. Berat badan bertambah, Sakit kepala, Jerawat, Payudara nyeri. Rasa sakit, infeksi dan bekas luka dikulit tempat susuk dimasukkan KB implan.

Namun, Anda jangan khawatir, karena tidak semua pengguna KB implan akan mengalami efek samping seperti yang disebutkan diatas. Bahkan, efek samping dari KB implan ini biasanya akan terus membaik, bahkan lama-lama bisa menghilang seiring waktu.

Kesimpulan:

Dari beberapa alat kontrasepsi yang mampu membantu mengatur hormon ovulasi diatas salah satunya bisa dijadikan pilihan. Anda bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan Anda. Sebelum memilih dan menggunakan alat kontrasepsi yang benar-benar cocok dengan kebutuhan Anda dan Pasangan.

Sebaiknya Anda berkonsultasi dahulu ke Bidan Desa atau Dokter Kandungan Anda dengan mencocokan riwayat kesehatan Anda. Agar pilihan alat kontrasepsi yang membantu mengatur hormon ovulasi Anda bisa efektif dan cocok dengan kondisi kesehatan Anda.

Share Artikel ini Agar Bermanfaat untuk Orang Lain
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
alat kontrasepsi iud
Read More

Alat Kontrasepsi IUD pdf

Keluarga Berencana atau yang dikenal dengan KB merupakan program pemerintah nasional untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk. Di Indonesia…