Cara Pemasangan KB IUD, Sebelum dan Sesudah Memasang IUD

pemasangan kb iud,

Cara pemasangan KB IUD ini sebenarnya tidak rumit dan tidak menyakitkan, serta hanya butuh beberapa menit saja. Namun sebelum pemasangan KB IUD ini dilakukan, biasanya petugas medis atau dokter akan menanyakan kesiapan mental dan keputusan mengenai pemilihan KB IUD tersebut sebagai alat kontrasepsi pilihannya.

Selain itu, petugas medis baik Bidan dan Dokter biasanya akan menjelaskan terlebih lebih dulu pada Anda mengenai prosedur dan langkah-langkah pemasangan IUD. Biasanya Bidan atau Dokter akan menjawab setiap pertanyaan yang ditanyakan tentang prosesnya pada pasien.

Setelah Anda merasa mantap untuk memasang KB IUD ini didalam Rahim Anda, biasanya petugas medis Bidan atau Dokter akan memberikan Anda obat pereda nyeri satu jam sebelum pemasangan IUD biasanya. Hal ini dilakukan untuk membantu mengurangi rasa sakit seperti kram atau rasa tidak nyaman lainnya yang mungkin terjadi pada saat pemasangan KB IUD dilakukan.

Pada saat pemasangan KB IUD ini sebagian besar wanita akan merasakan rasa sakit atau kram perut pada saat pemasangan IUD. Bahkan rasa sakit yang dirasakan mungkin akan terasa lebih sakit, terutama bagi wanita yang belum pernah melahirkan. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir, karena rasa sakit tersebut mungkin hanya bertahan selama 1-2 menit saja.

Sebelum proses pemasangan KB IUD dilakukan, biasanya pasien akan di tanya oleh Bidan atau Dokter, apakah Anda membawa persediaan pembalut atau tidak? Karena biasanya pasien sudah membawa persediaan pembalut sendiri dari rumah. Hal ini dilakukan tujuannya untuk membantu Anda, manakala ketika nanti pada saat sesudah pemasangan KB IUD terjadi perdarahan.

Bagaimana, Cara Pemasangan KB IUD?

Sebelum melakukan pemasangan KB IUD, biasanya petugas medis baik Bidan atau Dokter akan melakukan beberapa tindakan dahulu sebelum pemasangan IUD benar-benar dilakukan, diantaranya yaitu:

  1. Melakukan tes kehamilan.
  2. Mengukur ukuran rahim
  3. Mensterilkan vagina.
  4. Memberikan suntikan pereda nyeri.
  5. Mengukur kedalaman rahim.
  6. Pemasangan KB IUD.
  7. Proses setelah pemasangan.

Melakukan Tes Kehamilan

Pada saat pasien sudah berada didalam ruangan pemasangan, yang pertama dilakukan petugas medis yaitu melakukan tes kehamilan. Tujuannya yaitu untuk memastikan jika pasien sedang tidak menstruasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan, bahwa pasien memang benar-benar sedang tidak memiliki kemungkinan akan hamil dalam waktu dekat.

Mengukur Ukuran Rahim

Selanjutnya petugas medis akan melakukan pemeriksaan terhadap rahim pasien secara manual. Caranya yaitu dengan memasukkan dua jarinya kedalam vagina, lalu menempatkan tangan satunya diatas perut pasien untuk mengetahui pergerakan rahim, posisi dan ukuran rahim pasien. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim pasien, serta mengetahui posisi IUD jika terjadi infeksi didalam rahim pasien.

Mensterilkan Vagina

Proses mensterilkan rahim ini dapat dilakukan sembari mengukur saluran rahim. Biasanya cara yang di lakukan petugas medis untuk mensterikal vagina ini adalah dengan cara membuka lebar vagina dengan menggunakan alat yang disebut dengan spekulum. Alat ini akan dimasukkan kedalam vagina, agar vagina terbuka lebar. Vagina kemudian akan dibersihkan dengan larutan antiseptik untuk mencegah terjadinya infeksi.

Memberikan Suntikan Pereda Nyeri

Proses selanjutnya yaitu dengan penyuntikkan anestesi lokal ke leher rahim atau serviks pasien. Tujuannya yaitu supaya rasa nyeri yang terjadi pada saat pemasangan alat penstabil serviks dipasang menjadi berkurang rasa sakitnya.

Mengukur Kedalaman Rahim

Proses pengukuran kedalaman rahim ini dilakukan dengan cara memasukkan alat bernama sound uterine atau aspirator endometrium. Fungsinya untuk mengetahui arah kanal serviks dan mengukur panjang rahim pasien. Proses ini dilakukan untuk memastikan, bahwa pemasangan KB IUD ini bisa dilakukan hingga kedalaman 6-9 cm atau tidak. Jika kedalaman rahim pasien kurang dari 6 cm, maka KB IUD tidak dapat dimasukkan.

Prosedur ini dilakukan dengan tujuan untuk menghindari risiko terdapat lubang pada rahim akibat dari pemasangan KB IUD. Pada umumnya kondisi ini dapat terjadi saat cara pemasangan KB IUD yang dilakukan dengan prosedur yang salah. Alat yang digunakan untuk mengukur kedalaman rahim ini memiliki ujung yang berbentuk bulat dan kecil, sehingga kecil kemungkinan terdapat lubang karena alat ini. Biasanya pada saat proses ini berlangsung, petugas medis akan memastikan untuk menghindari kontak langsung dengan vagina pasien.

Cara Memasang KB IUD

cara memasang kb iud, pemasangan iud,

Untuk proses pemasangan KB IUD ini dilakukan setelah kedalaman rahim pasien diketahui, dan alat sound uterine tersebut sudah dikeluarkan. Biasanya petugas medis akan menyiapkan KB IUD yang sudah dibengkokkan kedua bagian lengannya. Kemudian, KB IUD tersebut akan dimasukkan pada inserter khusus, yaitu berupa tabung yang dimasukkan lewat vagina pasien.

Setelah kontrasepsi IUD sampai dikedalaman rahim yang tepat, IUD akan didorong keluar dari tabung. Sehingga bagian lengan IUD yang bengkok tadi akan kembali ke arah semula, yaitu membentuk huruf T. Sesudah itu, alat pemasngan KB IUD seperti inserter, tenaculum dan speculum akan dikeluarkan kembali dari vagina pasien.

Proses Setelah Pemasanagn KB IUD

Setelah pemasangan KB IUD tersebut berhasil dilakukan, hanya KB IUD saja yang berada didalam rahim. KB IUD ini dilengkapi dengan benang tipis yang akan dibiarkan dokter tetap menggantung dari leher rahim hingga vagina pasien.

Biasanya, benang IUD ini akan dipotong dan hanya disisakan hingga 1-3 cm saja. Pasien mungkin tidak bisa melihat benang IUD ini dari luar vagina. Namun, jika Anda memasukkan salah satu jari Anda kedalam vagina saja, Anda akan merasakan keberadaan benang tersebut. Cara ini dapat dilakukan untuk memeriksa apakah KB IUD masih berada ditempatnya atau tidak.

Kesimpulan

Saat akan melakukan pemasangan KB IUD, pastikan dahulu jika Anda sudah tahu merek KB IUD apa yang digunakan oleh petugas medis. Biasanya petugas medis akan memberikan Anda berupa kartu atau brosur penjelasan yang berisikan berbagai informasi seputar KB IUD tersebut yang akan Anda butuhkan. Jika petugas medis tidak memberikan kartu atau brosur informasi tersebut, Anda bisa mencatat segala penjelasan yang diberikan oleh petugas medis secara langsung saat sebelum dan sesudah pemasangan KB IUD tersebut.

Baca : Kelebihan dan Kekurangan KB IUD

Pada umumnya, tidak semua perempuan akan mengalami rasa tidak nyaman setelah pemasangan IUD selesai dipasang. Namun, Anda juga tidak dapat memprediksi, apakah Anda sudah pasti tidak merasakan rasa sakit atau merasa tidak nyaman setelah KB IUD tersebut terpasang.

Baca : Efek Samping KB IUD

Anda mungkin mengalami beberapa gejala efek samping, seperti muntah hingga pingsan. Namun dari beberapa kasus, kemungkinan ini sangat jarang terjadi. Meskipun hal ini terjadi, biasanya efeknya tidak akan berlangsung terus-menerus. Sehingga Anda tidak mengharuskan untuk melepaskan IUD pada saat itu juga. Efek samping pemasangan IUD tersebut tidak akan mempengaruhi efektivitas dari alat kontrasepsi ini.

Baca : Efek Samping KB IUD untuk Suami

Biasanya, perempuan yang mengalami efek samping dari pemasangan IUD ini yaitu perempuan yang mungkin belum pernah hamil, atau hanya pernah hamil satu atau dua kali saja. Bisa juga bagi perempuan yang jarak antara kehamilan pertamanya dengan penggunaan KB IUD ini sudah terlalu cukup lama.

Namun, sekali lagi, Anda tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan jika mengalami rasa yang tidak nyaman setelah pemasangan KB IUD. Karena, rasa sakit atau kram yang Anda rasakan setelah pemasangan KB IUD tersebut hanya bersifat sementara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like