16 Pertanyaan: Tanya Jawab Tentang KB IUD Lengkap

kb iud adalah, jenis iud, kekurangan dan kelebihan iud,

KB IUD adalah singkatan dari Intra Uterine Device, atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), yaitu alat kontrasepsi berbahan plastik fleksibel yang berbentuk T, yang digunakan sebagai metode kontrasepsi. Salah satu jenisnya yaitu KB Spiral. Alat kontrasepsi ini juga sering disebut kontrasepsi IUD (intra uterine device).

KB IUD atau yang lebih dikenal masyarakat kita sebagai KB Spiral ini merupakan salah satu jenis metode pencegahan kehamilan yang paling efektif. Alat kontrasepsi IUD ini bisa dibilang merupakan alat KB yang paling tidak merepotkan dan tidak harus di ingat-ingat pada saat akan berhubungan. Hal inilah mengapa metode kontrasepsi IUD ini cukup banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.

Pengertian KB IUD

Pengertian IUD (Intera Uterine Device) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang bentuknya bermacam-macam yang bahannya terdiri dari plastik (Polyethelen). KB IUD adalah suatu benda atau alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim yang sangat efektif, reversibel dan berjangka panjang, yang dapat dipakai oleh semua perempuan usia produktif. (Handayani S, 2010).

Bagaimana Cara Kerja KB IUD?

Untuk cara kerja dari alat kontrasepsi IUD ini menurut Sarwono (2011), yaitu :
1. Dapat menghambat kemampuan air mani untuk masuk ke tuba falopi.
2. Dapat mempengaruhi fertilisasi, sebelum ovum mencapai cavum uter
3. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus.
4. KB IUD bekerja terutama mencegah 5perma dan ovum bertemu, walaupun 5perma masuk kedalam alat reproduksi perempuan, namun dapat mengurangi kemampuan 5perma untuk fertilisasi.

Bagaimana Efektifitas KB IUD?

Untuk efektifitas kontrasepsi ini menurut Sarwono (2011), efektivitas IUD sangat tinggi, yaitu antara 0,6 % – 0,8 % kehamilan, per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama (1 kegagalan dari 125-170 kehamilan). Sedangkan menurut Mochtar (2012), efektifiatas IUD untuk mencegah kehamilan ini cukup tinggi, dan dalam jangka waktu yang lama. Angka kehamilan pada pemakaian IUD berkisar antara 1,5-3 per 100 wanita pada tahun pertama, dan angka tersebut menjadi lebih rendah pada tahun tahun berikutnya.

Apa Saja Jenis KB IUD?

Untuk jenis alat kontrasepsi IUD ini menurut Proverawati, dkk (2010) yang bayak digunakan di Indonesia antara lain:
1. Copper-T : IUD jenis ini berbentuk huruf T, terbuat dari bahan polyethelen, dimana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus.
2. Copper-7 : IUD jenis ini berbentuk angka 7, dengan maksud untuk memudahkan pemasangan.
3. Multi Load : IUD jenis ini terbuat dari bahan polyethelen dengan kedua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
4. Lippes Loop : IUD jenis ini terbuat dari bahan polyethelen berbentuk spiral atau huruf S bersambung.

Apa Kelebihan dan Kekurangan KB IUD?

Alat kontrasepsi KB IUD ini memang memiliki Kelebihan dan Kekurangan, sama halnya dengan alat kontrasepsi lain. Namun efeknya belum tentu sama terjadi pada semua wanita yang memakai alat kontrasepsi ini. Menurut Sarwono (2011), kelebihan dan kekurangan alat kontrasepsi IUD adalah sebagai berikut:

Apa Kelebihan KB IUD?

1. Membantu mencegah kehamilan.
2. Tidak mempengaruhi hubungan seksuaI.
3. Tidak mengurangi kualitas dan volume ASI.
4. Jarang ada interaksi dengan obat obatan.
5. IUD dapat efektif segera setelah pemasangan.
6. Sebagai alat kontrasepsi, efektifitasnya tinggi.
7. Sangat efektif, karena tidak perlu lagi mengingat ingat.
8. Metode kb jangka panjang, proteksi dari CuT – 380A ini bisa 10 tahun dan tidak perlu diganti.

Apa Kekurangan KB IUD?

1. Saat haid lebih sakit.
2. Haid lebih lama dan banyak.
3. Perdarahan antar menstruasi.
4. Tidak dapat mencegah Infeksi Menular SeksuaI (IMS) Termasuk HIV atau AIDS.
5. Terjadi perubahan siklus haid, umumnya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan.
6. Tidak bisa digunakan pada perempuan dengan Infeksi Menular SeksuaI (IMS) yang sering berganti pasangan.

Apa Efek Samping KB IUD?

1. Perdarahan:
Dapat terjadi perdarahan pasca pemasangan, bercak diluar haid dan perdarahan menoragia atau metroragia.
2. Nyeri dan Mules:
Kejang, nyeri dan mulas mulas, serta pegal atau sakit pinggang, biasanya terjadi sesudah pemasangan IUD. Keluhan keluhan tadi pada umumnya akan hilang pada bebrapa hari sampai beberapa minggu.
3. Keputihan:
Keputihan berlebihan mungkin disebabkan oleh reaksi organ genetalia terhadap benda asing dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan.
4. Dismenorea (nyeri selama haid):
Tidak semua wanita yang memakai IUD akan mengalami nyeri haid. Biasanya, hanya wanita yang sebelumnya memang sering mengeluh nyeri sewaktu haid yang mengalaminya.
5. Ekspulsi:
Sering dijumpai pada 3 bulan pertama setelah pemasangan. Setelah 1 tahun angka ekspulsi akan berkurang. Ekspulsi biasanya terjadi sewaktu sedang haid.
6. Infeksi:
Radang panggul dijumpai dapat sekitar 2% akseptor pada tahun pertama pemakaian, tetapi infeksi tersebut bersifat ringan. Namun IUD tidak perlu dicabut, karena dapat ditangani dengan pemberian antibiotik.
7. Dispareunia (nyeri sewaktu koitus):
Sangat jarang wanita mengalaminya, biasanya hanya pihak suami yang mengeluh sakit. Karena benang yang terlalu panjang, atau cara memotong benang yang seperti bambu runcing. Baca: Efek KB IUD Bagi Suami.
8. Translokasi:
Translokasi IUD sebagian, atau seluruhnya kedalam rongga perut pada umumnya terjadi karena adanya perforasi uterus. Hal tersebut sering terjadi pada waktu Pemasangan IUD yang kurang hati hati. Atau karena adanya lokus minoris pada dinding rahim, atau pada waktu pengeluaran yang sulit. (Mochtar, 2012).

Apakah Sakit saat Pemasangan KB IUD?

Pemasangan KB IUD Sakit Tidak? Pada umumnya keluhan utama yang sering diungkapkan sebagian banyak wanita pada saat pemasangan IUD, yaitu sakit. Rasa sakit yang dirasakan saat pemasangan IUD ini dapat digambarkan seperti kram atau rasa sakit yang mirip ketika haid, atau bahkan lebih sakit. Biasanya bagi wanita yang belum pernah hamil akan merasakan lebih sakit dan kram setelah pemasangan KB IUD. Baca : Cara Pemasangan KB IUD.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Pemasangan KB IUD?

Banyak pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk memasang IUD ini sering ditanyakan oleh banyak wanita yang ingin memasang IUD. Sebenarnya alat kontrasepsi ini bisa dipasang kapan saja, baik pada saat haid maupun ketika sedang tidak PMS. Jika dipasang pada saat haid, pastikan Anda sudah pasti tidak dalam keadaan hamil. Karena pemasangannya akan lebih mudah dan tidak terlalu sakit, karena saat haid kondisi serviks sedang terbuka.

Pasang IUD saat Haid Hari ke Berapa?

Menurut dr. Devika Y dari AloDokter, KB IUD ini bisa dipasangkan 48 jam setelah persalinan. Namun jika terlambat, seringkali dokter menyarankan untuk memasang IUD mulai 6-8 minggu setelah persalinan. Adapun pemasangan IUD ini sebenarnya bisa kapan saja, asalkan tidak sedang haid deras. IUD akan lebih baik jika dipasang saat hari terakhir haid, tujuannya untuk mengurangi rasa tidak nyaman saat pemasangan. Baca : Cara Menghitung Siklus Haid.

Berapa Lama Nyeri Setelah Pasang IUD?

Lama nyeri setelah pasang IUD ini berbeda-beda pada setiap wanita. Namun ada beberapa kasus, lamanya nyeri setelah pemasangan KB IUD ini dapat berlangsung hingga 3-6 bulan lamanya dan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Terkadang perut terasa nyeri dan kencang setelah pasang IUD. Inilah kondisi umum yang paling sering terjadi pada bulan-bulan awal setelah pemasangan IUD.

Berapa Lama Bisa Berhubungan intim Setelah Pasang IUD?

Setelah pasang IUD, Anda dan pasangan sudah bisa berhubungan intim beberap jam setelah pemasangan IUD tanpa harus khawatir akan hamil. Namun yang perlu Anda ketahui, efektifitas dari alat kontrasepsi tersebut tergantung dari jenis IUD apa yang Anda pakai. Meskipun KB IUD dapat langsung efektif, tidak sedikit suami yang mengalami masalah saat berhubungan intim setelah pemasangan IUD. Baca: Efek KB IUD Bagi Suami.

Apakah IUD Bisa Berpindah Tempat?

Menurut Dokter Kandungan Christine Greves, meski kasus ini sangat jarang terjadi, apakah IUD ini bisa berpindah tempat. IUD hanya dapat keluar dari tempat seharusnya, yaitu di dalam rahim (AKDR). Kemungkinan alat Kontrasepsi IUD yang dimasukkan kedalam rahim ini dapat berpindah ke tempat lain dalam tubuh ini kemungkinannya sangat jarang, mungkin sekitar 1 berbanding 1000 hal itu terjadi.

KB IUD Apa Bisa Bikin Kurus?

Penurunan berat badan (kurus) seseorang ini belum tentu disebabkan oleh penggunaan KB IUD. Sehingga bukan berarti berat badan akan naik segera setelah melepaskan kontrasepsi ini. Karena penurunan berat badan (kurus) ini bisa saja disebabkan oleh asupan makanan yang dikonsumsi, atau efek penggunaan obat-obatan tertentu dan lain sebagainya. Apabila seseorang tetap menjaga pola makan secara baik dan melakukan olahraga secara rutin, maka kondisi tersebut dapat di hindari.

Berapa Biaya Pasang IUD?

Untuk biaya yang harus dikeluarkan saat pasang KB IUD jika dilakukan di rumah sakit, untuk harga IUD-nya saja bisa diatas Rp: 600.000, itu juga belum dengan biaya dokter yang memasangnya. Sementara untuk biaya pasang IUD di Bidan Desa atau Puskesmas terdekat di lingkungan sekitar Anda biasanya akan jauh lebih murah, atau bahkan bisa gratis. Namun hal ini tergantung dari aturan Pemda atau kebijakan pemerintah daerah setempat yang bersangkutan.

Sumber Referensi:

(I) Handayani, S. 2010. Buku Ajar Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka Rihama.
(II) Sarwono, 20011. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like