Kondom Pria, Cara Pakai dan Kekurangan Kondom Pria

Kondom pria merupakan alat kontrasepsi yang berbentuk selubung atau sarung karet yang dapat terbuat dari berbagai bahan, diantaranya lateks (karet), plastic (vinil) atau bahan alami (produksi alami) yang dipasang pada penis saat hubungan seksuaI. Kondom pria terbuat dari karet sintetis yang tipis, berbentuk silinder, dengan muaranya berpinggir tebal, yang bila digulung berbentuk rata atau mempunyai bentuk seperti putting susu.

Di era moderen seperti saat ini, berbagai bahan telah ditambahkan pada kondom pria, baik untuk menaikkan efektivitasnya, misalnya penambahan spermisida maupun sebagai aksesoris aktivitas seksuaI. Modifikasi tersebut dilakukan dalam berbagai hal, seperi pada bentuk, warna, pelumas, ketebalan dan bahan.

Kondom Laki Laki

Fungsi kondom adalah untuk mencegah terjadinya kehamilan dan terjadinya penularan penyakit kelamin. Kondom tidak hanya akan menghalangi masuknya spermatozoa kedalam traktus genitalia interna wanita, tetapi juga mencegah IMS termasuk HIV atau AIDS. Mengapa bentuk kondom bagian ujungya kira-kira 1 cm dari ujung kondom dibiarkan kosong, karena untuk menampung air mani yang keluar. Sehingga kondom dapat mencegah agar air mani tidak masuk kedalam rahim setelah mengalami ejakuIasi.

Akan tetapi sebelum ereksi penis sama sekali hilang, pria yang memakainya harus menekan bagian ujung kondom pada penisnya agar air mani yang tertampung tidak tumpah dari Kondom. Untuk menjaga efektifitas kondom, maka setiap kali akan sanggama harus menggunakan kondom yang baru.

Macam Macam Kondom Pria

Pada umumnya kondom pria berbahan karet atau lateks dan plastik atau vinil yang paling umum digunakan. Karena selain cara mendapatkannya yang mudah, kondom pria juga banyak ditemukan di apotik atau minimarket sekalipun. Berikut ini beberapa jenis kondom laki-laki yang perlu Anda ketahui.

Kondom Kulit

Kondom ini dibuat dari membran usus biri biri (caecum), tidak meregang atau mengkerut. Mampu menjalarkan panas tubuh, sehingga dianggap tidak mengurangi sensitivitas selama sanggama. Namun harganya relatif lebih mahal.

Kondom Lateks

Jenis kontrasepsi laki-laki ini paling banyak dipakai, karena bahannya yang sangat elastis. Selain jenis alat kontrasepsi ini sangat mudah didapatkan, harganya pun cukup murah atau sangat mudah dijangkau semua lapisan masyarakat.

Kondom Plastik

Alat kontrasepsi jenis yang satu ini bentuknya sangat tipis, dan mampu menghantarkan panas tubuh. Namun untuk harganya lebih mahal dari jenis kondom lateks.

Efektifitas Kondom Laki Laki

Alat kontrasepsi ini dapat digunakan oleh semua pasangan usia subur yang ingin berhubungan seksuaI dan belum menginginkan kehamilan. Selain itu, untuk perlindungan maksimum terhadap infeksi menular seksuaI (IMS). Kemasan kondom harus kedap udara, karena udara dapat merusak karet. Demikian juga dengan paparan panas dan cahaya, yang bila disertai adanya udara (O2) dapat mempercepat kerusakan karet.

Kondom ini cukup efektif bila dipakai secara benar (Cara Memakai Kondom) pada setiap kali berhubungan seksuaI. Pada beberapa pasangan, pemakaian kondom bisa tidak efektif, karena tidak dipakai secara konsisten. Secara ilmiah didapatkan hanya sedikit angka kegagalan kondom, yaitu antara 2 -12 kehamilan per 100 wanita pertahun.

Apa Penyebab Kondom Pria Tidak Efektif?

Ada beberapa kondisi dimana efektifitas dari alat kontrasepsi tersebut menjadi tidak efektif, sehingga tidak dapat mencegah kehamilan. Beberapa kasus yang paling umum terjadi yang membuat penggunaan kondom ini gagal, yaitu:

1. Memakai kondom yang sudah bocor.

2. Kondom robek waktu coitus.

3. Air mani tumpah melalui leher kondom.

4. Kondom tertinggal didalam vagina, oleh karena penis baru dikeluarkan setelah kendur.

5. Tidak memakai kondom sejak permulaan, begitu juga dengan pasangannya.

6. Hanya memakai kondom bila istri disangka berada dalam masa subur, dan istri tidak memakai Alat Kontrasepsi Wanita.

Apa Kelebihan Kondom Pria?

  1. Efektif bila digunakan dengan benar.
  2. Tidak mengganggu kesehatan klien.
  3. Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
  4. Harganya cukup murah dan dapat dibeli secara umum.
  5. Mudah dipakai.
  6. Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan khusus.
  7. Bisa menjadi metode kontrasepsi sementara, bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda.
  8. Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber-KB.
  9. Dapat mencegah penularan IMS.
  10. Mencegah ejakuIasi dini.
  11. Saling berinteraksi sesama pasangan.
  12. Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada serviks).

Keuntungan-keuntungan kontraseptif tersebut akan diperoleh, jika kondom dipakai secara benar dan konsisten pada setiap sanggama. Karena pada umumnya, kegagalan bida timbul disebabkan oleh pemakaian Alat Kontrasepsi yang tidak benar, tidak konsisten, dan tidak teratur atau tidak hati-hati.

Apa Saja Kekurangan Kondom Pria?

  1. Efektifitas tidak terlalu tinggi.
  2. Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi.
  3. Agak mengganggu hubungan seksuaI (mengurangi sentuhan langsung).
  4. Pada beberapa klien, dapat menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi.
  5. Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksuaI.
  6. Beberapa klien, malu untuk membeli kondom ditempat umum.
  7. Pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan masalah, dalam hal limbah.

Apa Efek Samping dari Kondom Pria?

  1. Alergi terhadap karet (lateks).
  2. Keluhan utama dari akseptor adalah berkurangnya sensitivitas glans penis.

Bagaimana Cara Memakai Kondom Pria yang Benar?

Tingkat keefektifitasan dari alat kontrasepsi yang akan Anda gunakan tersebut dapat dipengaruhi dari beberapa faktor. Selain itu, cara menggunakan kondom pria ini sangat berbeda sekali dengan Cara Memakai Kondom Wanita. Berikut ini beberapa tips cara memakai kondom laki-laki yang benar:

cara memakai kondom, cara pakai kondom pria, cara menggunakan kondom,

1. Gunakan kondom setiap akan melakukan hubungan seksuaI.

2. Agar efek kontrasepsinya lebih baik, tambahkan spermisida dalam kondom.

3. Jangan menggunakan gigi atau benda tajam lainnya, seperti pisau, silet dan gunting pada saat membuka kemasan kondom.

4. Pasang kondom saat penis sedang ereksi, tempelkan ujungnya pada glans penis, dan tempatkan bagian penampung 5perma pada ujung uretra. Lepaskan gulungan karetnya dengan jalan menggeser gulungan tersebut ke arah pangkal penis. Pemasangan ini harus dilakukan penetrasi penis ke vagina.

5. Bila kondom tidak mempunyai tempat penampungan 5perma pada bagian ujungnya, maka pada saat memakainya, longgarkan sedikit bagian ujungnya, agar tidak terjadi robekan pada saat ejakuIasi.

6. Segera lepas kondom sebelum penis melembek.

7. Pegang bagian pangkal kondom sebelum mencabut dan melepaskan kondom diluar vagina, agar tidak terjadi tumpahan cairan 5perma disekitar vagina.

8. Gunakan kondom hanya satu kali pakai.

9. Buang kondom bekas pakai pada tempat yang aman.

Jika Anda menjadikan alat kontrasepsi ini menjadi alat kontrasepsi utama Anda, sediakan kondom dalam jumlah yang cukup dirumah, dan jangan disimpan ditempat yang panas. Karena hal ini dapat menyebabkan kondom menjadi rusak atau mudah robek saat digunakan.

Selain itu, jangan gunakan kondom apabila kemasannya robek, atau kondom tampak rapuh atau kusut. Jika Anda ingin menambahkan pelumas demi mendapatkan efektifitas dari kondom yang Anda gunakan, jangan gunakan minyak goreng, minyak mineral, atau pelumas dari bahan petrolatum, karena dapat merusak kondom.

Share Artikel ini Agar Bermanfaat untuk Orang Lain
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like