Alat Kontrasepsi IUD pdf

alat kontrasepsi iud

Alat Kontrasepsi IUD : Keluarga Berencana atau yang dikenal dengan KB merupakan program pemerintah nasional untuk mengatur laju pertumbuhan penduduk. Di Indonesia metode yang digunakan adalah dengan cara menggunakan metode kontrasepsi.

Alat Kontrasepsi IUD ini bisa dibagi menjadi dua jenis. Yaitu metode Jangka Panjang Metode Non Kontrasepsi (Non MJKP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MJKP).

Alat Kontrasepsi IUD

Intra uterus Devices (IUD) atau Kontrasepsi Dalam Rahim (IUD) adalah salah satu jenis kontrasepsi jangka panjang yang cukup aman, efektif dan reversibel, yang terbuat dari plastik kecil atau logam yang dibungkus dengan tembaga dalam berbagai ukuran yang dimasukkan kedalam rahim.

Dari semua metode kontrasepsi, akseptor kontrasepsi IUD di Indonesia ini bisa mencapai 22,6%. Kontrasepsi IUD ini cukup memiliki efektivitas yang sangat tinggi, dimana mencapai 0,6-0,8 kehamilan per 100 wanita yang menggunakan IUD ke 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan. Penggunaan kontrasepsi IUD ini harus memperhatikan kontraindikasi dan efek sisi.

Instalasi kontraindikasi IUD termasuk kehamilan, gangguan perdarahan, peradangan alat kelamin. Serta dugaan tumor ganas dari alat kelamin, tumor jinak rahim, rahim bawaan kelainan, radang panggul. Pendarahan abnormal uterus, karsinoma organ panggul, malformasi panggul, mioma uteri terutama submukosa. Dismenorhea parah stenosis kanalis serviks, anemia berat dan pembekuan darah gangguan, dan penyakit jantung rematik.

Sedangkan efek samping dari penggunaan IUD adalah bercak, perubahan siklus menstruasi, Amenorhea, Dismenorhea, Menorrhagea, Keputihan dan Pendarahan pasca berhubungan intim.

Baca : Macam Macam Alat Kontrasepsi dan Penjelasannya

Jenis Kontrasepsi IUD

Intra Uterine Devices (IUD) atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) adalah kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim, dimana ada benang sebagai kontroler. Benang ini berguna jika pasien ingin melepaskan kontrasepsi IUD dan memungkinkan Wanita diperiksa dirinya secara berkala untuk memastikan apakah ada sisa-sisa IUD di rahimnya.

Untuk kontrasepsi IUD ini jenisnya bermacam-macam, seperti tembaga-T, Copper7, Multi Load dan Lippes loop.

Cara kerja kontrasepsi IUD ini akan menghambat atau menghalangi 5perma yang akan bertemu dengan ovum, dengan bentuknya menghalangi 5perma ke saluran tuba falopii, sehingga tidak ada pembuahan dan efektivitas yang tinggi, tetapi dapat berubah pola dan periode menstruasi dan ada yang menyakitkan saat haid.

Ada beberapa kontraindikasi IUD digunakan termasuk kehamilan, gangguan perdarahan, alat peradangan 5ex, kecurigaan tumor ganas di alat 5eks, tumor jinak rahim dan gangguan uterus kongenital. Efek samping dari penggunaan IUD termasuk bercak, perubahan siklus menstruasi, amenorhae, Dismenorhea, menorrhagea, fluor albus, dan perdarahan posting seksuaI.

Baca : Alat Kontrasepsi Dalam Rahim

Kesimpulan
Kontrasepsi IUD ini memang memiliki efektivitas yang tinggi, dimana keberhasilannya mencapai 0,6-0,8 kehamilan per 100 wanita yang menggunakan IUD (1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan).

Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan IUD merupakan kontraindikasi dan efek sisi, sehingga wanita yang menggunakan jenis kontrasepsi IUD ini tidak mengalami stres karena efek yang terjadi setelah memasang kontrasepsi IUD ini dirahimnya.

Sumber Daftar Pustaka:
1. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Perkembangan pencapaian peserta KB baru menurut alat kontrasepsi [internet]. Jakarta: BKKBN; 2011 [diakses tanggal 11 April 2016]. Tersedia dari: http//www.bkkbn.go.id/ Alat Kontrasepsi IUD pdf.

2. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Target 2012, KB diarahkan ke metoda jangka panjang [internet]. Jakarta: BKKBN; 2012 [diakses tanggal 11 April 2016]. Tersedia dari: http://www.bkkbn.go.id/ViewBerita.aspx?BeritaID=294

Silahkan Simpan File Alat Kontrasepsi IUD pdf nya disini.

2 comments
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like