5 Metode KB untuk Ibu Menyusui

metode kontrasepsi, metode kb untuk ibu menyusui,

Metode Kontrasepsi : Kontrasepsi adalah alat atau metode yang digunakan untuk mencegah proses kehamilan. Seperti yang telah kita ketahui, sebenarnya ada berbagai jenis kontrasepsi dan setiap metode kontrasepsi ada manfaat, keuntungan atau kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Terutama bagi Anda yang akan memilih Metode KB untuk Ibu Menyusui yang paling cocok dengan keinginan Anda. Dengan cara mengetahui semua jenis metode kontrasepsi ini akan membuat Anda dapat menentukan mana jenis kontrasepsi yang paling tepat untuk Anda. Karena yang namanya merencanakan keluarga sejahtera dengan mengatur jarak kehamilan ini dapat dimulai dengan cara memilih dan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat.

Metode KB untuk Ibu Menyusui.

Berikut ini beberapa Metode Kontrasepsi Keluarga Berencana yang bisa menjadi pilihan Anda sebagai Metode KB untuk ibu menyusui.

1. Metode Amenorhea Laktasi ( MAL).

MAL adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI, MAL sebagai kontrasepsi, apabila:
a. Menyusui secara penuh, tanpa susu formula dan makanan pendamping.
b. Belum Haid, sejak masa nifas selesai.
c. Umur Bayi kurang dari 6 bulan.

Keuntungan metode KB ini adalah :

a. Efektifitas tinggi (tingkat keberhasilan 98% pada 6 bulan pasca persalinan).
b. Segera Efektif.
c. Tidak menganggu senggama.
d. Tidak ada efeksamping secara sistematik.
e. Tidak perlu pengawasan medis.
f. Tidak perlu obat atau alat.
g. Tanpa Biaya.

Sedangkan keterbatasan metode KB ini adalah :

a. Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusun dalam 30 menit pasca persalinan.
b. Mungkin sulit dilaksanakan karena kondisi social.
c. Tidak melindungi terhadap IMS (Infeksi Menular 5eksual) termasuk virus hepatitis B / HIV / AIDS.

Cara pelaksanaan metode KB ini adalah :

a. Bayi disusui secara on demand atau menurut kebutuhan bayi.
b. Biarkan bayi menghisap sampai dia sendiri yang melepaskan hisapannya.
c. Susui bayi anda juga pada malam hari, karena menyusui waktu malam mempertahakan kecukupan persediaan ASI.
d. Bayi terus disusukan walau ibu atau bayi sedang sakit.
e. Ketika ibu mulai dapat haid lagi, pertanda ibu sudah subur kembali dan harus segera mulai mengunakan metode KB lainnya.

Baca: Keluarga Berencana.

2. Pil Progestin ( Mini PIL ).

a. Metode ini cocok untuk Ibu menyusui yang ingin memakai PIL KB.
b. Sangat Efektif pada masa Laktasi.
c. Dosis Rendah.
d. Tidak Menurunkan Produksi ASI.
e. Tidak memberikan efek samping estrogen.
f. Efek samping utama adalah gangguan perdarahan (perdarahan bercak atau perdarahan tidak teratur).
g. Dapat dipakai sebagai kontrasepsi darurat.

Keuntungan metode KB ini adalah :

a. Sangat efektif bila digunakan secara benar.
b. Tidak mengganggu hubungan 5eksual.
c. Tidak memperngaruhi produksi ASI.
d. Kesuburan cepat kembali.
e. Nyaman dan mudah digunakan.
f. Sedikit Efek samping.
g. Dapat dihentikan setiap saat.
h. Tidak mengandung estrogen.

Sedangkan keterbatasan metode KB ini adalah :

a. Hampir 30-60% mengalami gangguan haid (perdarahan sela, spotting, amenorrhea).
b. Peningkatan atau penurunan berat badan.
c. Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama.
d. Bila lupa satu pil saja, kegagalan menjadi lebih besar.
e. Payudara menjadi tegang, mual, pusing, dermatitis atau jerawat.
f. Resiko kehamilan ektopik cukup tinggi (4 dari 100 kehamilan), tetapi resiko ini lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunakan mini PIL.
g. Efektifitas menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberculosis atau obat epilepsy.

Cara Penggunaan metode KB ini adalah :

a. Mulai hari 1-5 siklus haid.
b. Di minum setiap hari pada saat yang sama.
c. Bila Anda minum PILnya terlambat lebih dari 3 jam, minumlah pil tersebut begitu diingat, dan gunakan metode pelindung selama 48 jam.
d. Bila Anda lupa 1-2 pil, minumlah segera pil yang terlupa dan gunakan metode pelindung sampai akhir bulan.
e. Bila tidak haid, mulailah paket baru sehari setelah paket terakhir habis.

Baca: Alat Kontrasepsi IUD.

3. Suntikan Progestin.

a. Metode kontrasepsi ini sangat efektif dan aman.
b. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi.
c. Kembalinya kesuburan lebih lambat (rata-rata 4 bulan).
d. Cocok untuk masa laktasi karena tidak menekan produksi ASI.

Keuntungan metode KB ini adalah :

a. Sangat efektif.
b. Pencegahan kehamilan jangka panjang.
c. Tidak berpengaruh pada hubun9an suami istri.
d. Tidak mengandung estrogen, sehingga tidak berdampak serius terhadap penyakit-penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
e. Tidak berpengaruh terhadap produksi ASI.
f. Dapat digunakan oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai premenopause.
g. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
h. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara.
i. Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.
j. Menurunkan krisis anemia bulan sabit.

Sedangkan keterbatasan metode KB ini adalah :

a. Sering ditemukan gangguan haid, seperti siklus haid yang memendek atau memanjang, perdarahan banyak atau sedikit, perdarahan tidak teratur atau spotting dan tidak haid sama sekali.
b. Sangat bergantung pada sarana pelayanan kesehatan (harus kembali pada suntikan).
c. Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
d. Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian, hal ini disebabkan karena belum habisnya pelepasan obat suntikan dari Deponya.
e. Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi (jarang), sakit kepala, nervositas dan jerawat.

Cara penggunaan metode KB ini adalah :

a. Selama 7 hari setelah suntikan pertama, tidak boleh melakukan hubungan 5eksual.

4. Kontrasepsi Implan.

a. Efektif selama 5 tahun untuk Norplant, 3 tahun untuk jadena, Indoplant dan Implanon.
b. Dapat dipakai oleh semua perempuan dalam usia reproduksi.
c. Pemasangan dan pencabutan perlu pelatihan.
d. Kesuburan segera kembali setelah implant dicabut.
e. Aman dipakai pada saat laktasi.

Keuntungan metode KB ini adalah :

a. Daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang ( sampai 5tahun).
b. Pengembalian tingkat kesuburan cepat, setelah pencabutan.
c. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
d. Bebas dari pengaruh estrogen.
e. Tidak menganggu kegiatan senggama.
f. Tidak menganggu produksi ASI.
g. Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan keterbatasan metode KB ini adalah :

a. Pada kebanyakan pemakai, dapat menyebabkan perubahan pola haid berupa perdarahan bercak atau spotting, hipermenorea, atau meningkatnya jumlah darah haid, serta amenorca.
b. Timbul keluhan-keluhan seperti : nyeri kepala, nyeri dada, perasaan mual pening atau pusing, peningkatan atau penurunan berat badan.
c. Membutuhkan tindakan pembedahan minor.

Baca: Kontrasepsi Diafragma.

5. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim.

a. Sangat efektif, reversible, dan berjangka panjang.
b. Haid menjadi lebih lama dan lebih banyak.
c. Pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan.
d. Dapat dipakai oleh semua perempuan usia reproduksi.
e. Tidak boleh dipakai oleh perempuan yang terpapar infeksi menular 5eksual.
f. Ada beberapa jenis : CuT-380A, Nova T, Lippes Lopps.

Keuntungan metode KB ini adalah :

a. Efektifitas tinggi (0,6-0,8 kehamilah atau 100 dalam 1 tahun pertama, 1 kegagalan dalam 125-170 kehamilan).
b. Metode jangka panjang (10 tahun proteksi dari CuT-380 A dan tidak perlu diganti).
c. Tidak mempengaruhi hubungan 5eksual, dan meningkatkan kenyamanan 5eksual, karena tidak perlu takut hamil.
d. Tidak mempengaruhi produksi ASI.
e. Dapat dipasang segera setelah melahirkan dan sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
f. Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah haid terakhir).
g. Tidak ada interaksi dengan obat-obatan.

Kerugian metode KB ini adalah :

a. Efek samping yang umum terjadi, perubahan siklus haid (umunya pada 3 bulan pertama dan akan berkurang setelah 3 bulan), haid lebih lama dan banyak, perdarahan spotting antar menstruasi, saat haid lebih sakit.
b. Komplikasi lain : merasakan sakit dan kejang selama 3-5 hari setelah pemasangan, perforasi dinding uterus, perdarahan berat pada waktu haid yang memungkinkan penyebab anemia.
c. Tidak mencegah IMS termasuk HIV / AIDS.
d. Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering gonta-ganti pasangan.

Demikianlah 5 metode KB untuk ibu menyusui yang dapat kami kumpulkan dan bisa Bidan Desa tulis untuk Sahabat Bidan Desa. Semoga Anda bisa dengan bijak memilih metode kontrasepsi tersebut sesuai keinginan dan kebutuhan masing-masing untuk menjadi keluarga berencana yang sejahtera.

No ratings yet.

Please rate this

Share Artikel ini Agar Bermanfaat untuk Orang Lain
  •  
  •  
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
Avatar
About Bidan Desa 27 Articles
Saya hanya seorang Bidan Desa yang hanya ingin berbagi informasi seputar dunia kesehatan lewat tulisan yang ada di Situs bidandesa.com ini agar memiliki Banyak Manfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*